Dosen dan mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNISRI Surakarta melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Rejosari, Karanganyar, melalui program optimalisasi promosi Bukit Sosogan menggunakan bahasa Inggris dan media digital guna mendukung pengembangan pariwisata lokal.
SOLO — Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Optimalisasi Promosi Bukit Sosogan Melalui Bahasa Inggris dan Media Promosi Digital” pada Sabtu (30/8/2025) di Desa Rejosari, Kabupaten Karanganyar.
Kegiatan ini menjadi bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mengembangkan potensi wisata lokal melalui pemanfaatan bahasa Inggris dan media digital. Fokus utama kegiatan adalah penyusunan berbagai media promosi yang mampu memperkenalkan Bukit Sosogan secara lebih luas kepada masyarakat, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Dalam pelaksanaannya, dosen dan mahasiswa bersama warga desa bekerja sama menyusun beberapa produk promosi, di antaranya guide book berbahasa Indonesia dan Inggris, leaflet bilingual, serta video promosi wisata. Produk-produk tersebut dirancang untuk memberikan informasi yang lengkap mengenai profil, daya tarik, serta potensi wisata Bukit Sosogan.
Dosen Pendidikan Bahasa Inggris UNISRI, Luqman Al Hakim, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan media promosi, tetapi juga membangun sinergi antara dunia akademik dan masyarakat. Menurutnya, warga desa memiliki pemahaman mendalam mengenai potensi lokal, sementara mahasiswa berperan dalam mengemas informasi tersebut menjadi media promosi yang menarik dan komunikatif.
“Produk yang dihasilkan ini merupakan bentuk kolaborasi. Desa dapat melengkapi isi karena lebih mengetahui potensi lokal, sedangkan mahasiswa berperan dalam mengemasnya dengan bahasa dan media digital yang menarik,” ungkap Luqman Al Hakim, S.Pd., M.Pd.
Kepala Desa Rejosari turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam pengembangan promosi wisata desa. Ia berharap pendampingan dapat terus dilakukan hingga tahap akhir penyusunan media promosi sehingga hasil yang diperoleh benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Selain tersedia dalam bentuk digital, media promosi tersebut juga direncanakan hadir dalam bentuk cetak sebagai arsip desa sekaligus sarana informasi bagi warga dan pengunjung.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas promosi Bukit Sosogan secara lebih profesional dan terarah. Kehadiran media promosi bilingual menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan promosi wisata hingga ke tingkat internasional.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa, pengembangan sektor pariwisata lokal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, memperkuat identitas budaya daerah, serta membuka peluang yang lebih besar bagi kemajuan Desa Rejosari di masa mendatang.